Selasa, 28 Juli 2026

Main Hakim Sendiri: Analisis Ketimpangan Modal Pierre Bourdieu terhadap Terduga Maling Ayam di Bali

 

Oleh: Sugiati, Kolumnis

Ternyata kata pepatah jawa "wong mlarat iku loro/orang miskin itu sakit" yang sering saya dengar itu berdenging kembali di telinga saat melihat kasus ini. Kata itu nyata. Peristiwa tragis yang terjadi di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kabupaten Tabanan, Bali, pada akhir Juli 2026 kembali menyingkap sisi kelam dari fenomena aksi main hakim sendiri di Indonesia.

Seorang pria berinisial KD tewas mengenaskan setelah dituduh mencuri ayam dan dikeroyok oleh sekelompok warga lokal. Polisi kemudian menetapkan lima orang warga sebagai tersangka utama pengeroyokan tersebut. Kasus ini memicu keprihatinan luas publik, sorotan kritis dari Anggota Komisi XIII DPR RI Rofik Hananto, hingga gelombang simpati publik setelah beredarnya video yang memperlihatkan tangisan memilukan anak korban.

Secara kasat mata, peristiwa ini sering diartikan sebagai ledakan emosi spontan warga akibat emosi sesaat atau krisis kepercayaan terhadap penegak hukum. Namun, jika dibedah secara sosiologis, tragedi ini menyimpan dimensi ketimpangan struktural yang jauh lebih dalam. Pendekatan sosiologi budaya Pierre Bourdieu, khususnya mengenai teori ketimpangan modal (inequality of capitals), habitus, ranah (field), dan kekerasan simbolik (symbolic violence), memberikan pisau analisis yang tajam untuk memahami mengapa individu dari kelas sosial bawah sangat rentan menjadi korban kekerasan fatal atas tuduhan tindak pidana sepele. 

Berdasarkan pemberitaan, korban KD tewas seketika akibat luka pengeroyokan massal. Fakta lapangan menunjukkan dua hal penting yang relevan secara sosiologis:

1. Asimetri antara Dugaan Kejahatan dan Eskalasi Hukuman: Tuduhan pencurian seekor ayam, sebuah bentuk kejahatan bernilai material sangat kecil, diganjar dengan hukuman mati informal tanpa proses peradilan (extrajudicial killing).

2. Latar Belakang Sosio-Ekonomi Korban: Keluarga KD terdata sebagai keluarga miskin penerima Bantuan Sosial (Bansos) dari pemerintah. Anak korban yang masih kecil ditinggalkan dalam kondisi trauma psikologis berat.

Sorotan DPR RI yang menegaskan pentingnya asas praduga tak bersalah (presumption of innocence) dan penegakan hukum terhadap lima tersangka pengeroyokan menggarisbawahi kegagalan fungsi hukum formal di ranah lokal. Namun, pertanyaan mendasarnya tetap: Mengapa kerumunan massa dengan begitu mudah mengeksekusi seorang manusia hingga tewas atas dugaan pencurian barang bernilai relatif kecil? 

3. Kerangka Teoretis Pierre Bourdieu

Sosiolog Prancis Pierre Bourdieu menyatakan bahwa posisi seseorang dalam arena (field) kehidupan sosial ditentukan oleh penguasaan atas empat jenis modal (capitals):

1. Modal Ekonomi (Economic Capital): Sumber daya finansial, pendapatan, tanah, dan properti.

2. Modal Sosial (Social Capital): Jaringan hubungan, koneksi, keanggotaan kelompok, dan dukungan kelembagaan.

3. Modal Kebudayaan (Cultural Capital): Tingkat pendidikan, pengetahuan, literasi hukum, serta kemampuan artikulasi bahasa formal.

4. Modal Simbolik (Symbolic Capital): Prestitasi, kehormatan, status sosial, legitimasi, dan wibawa di mata publik.

Ketimpangan distribusi keempat modal ini membentuk habitus (sistem disposisi yang tertanam dalam diri seseorang) dan menentukan sejauh mana seorang agen sosial mampu mempertahankan diri, menegaskan hak-haknya, atau keluar dari krisis dalam suatu ranah sosial.

4. Analisis Ketimpangan Modal dalam Kasus Main Hakim Sendiri

A. Tentang Defisit Modal Ekonomi dan Kerentanan Struktural

Status korban sebagai penerima bantuan sosial (bansos) secara eksplisit menandakan kelangkaan modal ekonomi yang ekstrem. Dalam tatanan masyarakat kontemporer, modal ekonomi bukan sekadar daya beli, melainkan juga fondasi jaminan keselamatan. Kerentanan ekonomi menempatkan individu pada posisi perifer dalam strata sosial desa. Ketika tuduhan pencurian diarahkan pada seseorang yang tidak memiliki modal ekonomi, tuduhan tersebut langsung dianggap "masuk akal" atau masuk dalam habitus prasangka masyarakat sekitar: orang miskin identik dengan tindakan nekat mencuri.

B. Keruntuhan Modal Sosial sebagai Benteng Pertahanan

Modal sosial berfungsi sebagai jaringan pelindung (social safety net) ketika seorang individu berada dalam ancaman. Seseorang dengan modal sosial yang kuat, misalnya memiliki kerabat tokoh adat, pejabat lokal, atau jaringan polisi, biasanya memiliki agen yang siap memediasi, menenangkan massa, atau memindahkan proses hukum ke pihak berwenang. Dalam kasus KD, defisit modal sosial menyebabkan tidak adanya figur atau aktor lokal yang mampu atau mau pasang badan menahan amuk massa. Korban terisolasi secara sosial di tengah kepungan massa, sehingga perlindungan fisik maupun hukum menjadi nihil.

C. Asimetri Modal Kebudayaan dan Ketimpangan Akses Hukum

Modal kebudayaan mencakup pemahaman akan aturan main dan literasi hukum formal. Individu dari kelas terpinggirkan sering kali mengalami keterbatasan modal kebudayaan terlembagakan (institutionalized cultural capital). Korban tidak memiliki kemampuan naratif atau akses ke bantuan hukum (legal aid) cepat untuk membela dirinya dengan argumentasi yang diakui secara hukum. Ketika intimidasi massa terjadi, ketidakmampuan membela diri secara terstruktur sering disalahartikan oleh kerumunan sebagai bukti "pemberatan kesalahan".

D. Devaluasi Modal Simbolik dan Kekerasan Simbolik (Symbolic Violence)

Konsep paling krusial dalam kasus ini adalah modal simbolik dan kekerasan simbolik. Modal simbolik adalah akumulasi dari modal ekonomi, sosial, dan budaya yang diakui sebagai nilai kehormatan atau martabat.

Stripping of Symbolic Capital, karena KD tidak memiliki modal ekonomi dan sosial yang memadai, modal simboliknya sangat rendah. Stigma sebagai "penerima bansos" ditambah label instan sebagai "maling ayam" merampas seluruh martabat kemanusiaannya di mata kerumunan.

Kekerasan Simbolik dan Bare Life, adalah ketika modal simbolik seseorang berada pada titik nol, masyarakat secara tidak sadar memperlakukan korban sebagai sosok yang dapat disakiti tanpa rasa bersalah. Tindakan pengeroyokan hingga tewas tidak lagi dipandang oleh para pelaku sebagai pembunuhan manusia, melainkan sebagai "pembersihan ketertiban kampung". Inilah bentuk tertinggi dari kekerasan simbolik: legitimasi tak kasat mata di mana masyarakat merasa memiliki hak moral untuk menghabisi nyawa sesama warga yang dianggap berstatus rendah dan menyimpang.

5. Dinamika Konversi Modal Pasca-Tragedi di Ranah Digital

Menarik untuk dicermati bagaimana media sosial memperlihatkan dinamika konversi modal (capital conversion) setelah peristiwa terjadi. Video viral yang menampilkan anak korban yang menangis histeris menciptakan pergeseran narasi yang dramatis:

1. Restorasi Modal Simbolik melalui Gelombang Empati: Unggahan video tersebut membongkar narasi tunggal yang dilabelkan massa ("maling ayam") dan menggantinya dengan narasi kemanusiaan ("seorang ayah yang dicintai anaknya"). Posthumously, modal simbolik korban dan keluarganya dipulihkan di mata publik nasional.

2. Konversi Modal Simbolik Menjadi Modal Ekonomi: Gelombang simpati publik bertransformasi menjadi penggalangan dana (donasi). Di sini, modal simbolik (duka dan simpati publik) berhasil dikonversi menjadi modal ekonomi nyata bagi keluarga yang ditinggalkan untuk melanjutkan hidup.

Namun, konversi modal ini bersifat retrospektif dan tragis, terjadi setelah nyawa melayang dan trauma mendalam tertanam pada anak korban.

Tragedi pengeroyokan hingga tewas di Tabanan, Bali, bukan sekadar insiden kriminalitas lokal atau ketidaksabaran masyarakat, melainkan manifestasi nyata dari ketimpangan modal yang terstruktur. Ketika seseorang miskin modal ekonomi, sosial, budaya, dan simbolik, hak paling mendasar yaitu hak untuk hidup dan hak atas proses hukum yang adil (due process of law) sangat rawan dicabut secara paksa oleh tindak kekerasan kolektif.

Langkah Polres Tabanan dan Polda Bali yang menetapkan lima tersangka pengeroyokan merupakan tindakan penegakan hukum formal yang penting untuk memutus mata rantai impunitas main hakim sendiri. Namun, penyelesaian jangka panjang tidak cukup hanya dengan memenjarakan para pelaku pengeroyokan. Negara dan lembaga terkait harus memperkuat penegakan hukum dan literasi hukum (Modal Kebudayaan Masyarakat), mngedukasi masyarakat bawah bahwa praduga tak bersalah adalah prinsip mutlak yang tidak boleh digantikan oleh amuk massa. 

Selain itu, membangun perlindungan sosial terpadu dan memberikan pendampingan psikologis mendalam serta jaminan pendidikan bagi anak korban yang mengalami trauma hebat. Terakhir, hendaknya mengikis stigmatisasi terhadap kelompok rentan; menghilangkan stereotip sosial yang menyamakan kemiskinan dengan kriminalitas, sehingga kekerasan simbolik yang memicu kekerasan fisik dapat dicegah sejak dini.

Senin, 20 Oktober 2025

Melukis Garis Waktu


 Banyak hal di dunia ini yang kian hari kian menyebalkan. Beberapa diantaranya bahkan menakutkan. Karena itu, setiap orang butuh sejenak melepas penat dari hiruk pikuk dunia. Surabaya, menjadi kota tujuan yang ku pilih hari itu. Sekejap namun sempat. Mungkin itu adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perjalanan singkat diwaktu yang sesempat mungkin. Deretan mobil truk dan container besar, ku lewati satu per satu, secepat kilat aku gas sepeda motor bebek putih itu dengan penuh keyakinan. Sesekali aku rem, saat ada kendaraan yang melaju lebih lambat di depan. Di Bawah langit yang masih gelap, aku berjalan mengejar Waktu, agar tidak tertinggal kereta. Sambil membonceng adiku, yang juga rekan kerjaku. 

"Jauh ya, kak?" ujarnya 

"Iya, lumayan. Sabar, ya" kataku mengiyakan

Beberapa jalan masih terlihat gelap, jadi ku putuskan untuk meraba jalanan agar tetap aman. Tapi, namanya manusia, pasti banyak kelirunya. Ternyata meski telah hati-hati, aku menemukan jalan berlubang dan bergelombang, sehingga membuat ban sepeda motor itu naik turun, begitupun dengan manusia satu yang ku bonceng di belakang. Namanya Indah. 

"Hati-hati, Kak" katanya sambil mengerutkan dahi

"Iya, maaf ya" sahutku, karena merasa bersalah

Tidak terasa, Waktu terus berjalan maju, sebentar lagi akan sampai di stasiun yang telah ku datangi untuk ke dua kalinya itu. Stasiun Babat. Akhirnya, tiba juga waktuku untuk memparkir sepeda motor di sebuah tempat penitipan yang jaraknya tidak jauh dari stasiun, tepat di sana, seorang lelaki paruhbaya menyambut kami, menawarkan jasa penitipannya. 

"Titip sepeda, langsung parkir saja, Mbak" katanya menunjuk arah, di mana kami diberi tempat parkir

"Iya, Pak" jawabku 

"Pulang nanti malam atau nginep ini" katanya sambil mengalungkan nomor parkir di spion

"Pulang, Pak nanti malam" sahutku

"Oke. Jangan dikunci setir, ya" lanjutnya

"Siap" jawabku sigap

Setelahnya, ku serahkan sepeda motor bebek berwarna putih itu kepada Bapak paruhbaya, yang saat itu belum ku ketahui namanya. Berbekal keyakinan, ku putuskan untuk memberikan kepercayaan kepadanya. Kemudian, kami melanjutkan perjalanan, berjalan ke arah stasiun, untuk menuju tempat duduk di ruang tunggu, sembari menunggu Waktu boarding tiket kereta api yang telah ku pesan seminggu lalu itu. 

"Duduk di sini saja, ya Kak" kata Indah

"Iya di sini saja" kataku menjawabnya

Tak berselang lama, setelah beberapa cerita kami lontarkan, beberapa kata kami adu, tidak lupa dengan tawa yang keluar diantara lengkung senyum dan lesung pipi kami. Ya, kami sama-sama memiliki lesung pipi, meski letak dan bentuknya sedikit berbeda, tapi tetap membanggakan, bukan?. Dari lokasi yang lumayan dekat, seorang petugas memberi aba-aba boarding tiket, aku langsung berdiri dan bergegas mendatangi seorang perempuan yang membawa alat scan untuk barcode tiket penumpang. 

"Silakan" katanya setelah berhasil scan tiketku

"Terimakasih, Mbak" jawabku

Duduk di sebuah bangku abu-abu hitam, kami menunggu kedatangan kereta api blorasura, yang dijadwalkan berangkat pada pukul 06.00 WIB. Setelah hampir setengah jam menunggu, akhirnya kereta berwarna putih menampakan guratan sinar lampunya dari arah Bojonegoro, kereta itu siap membawa puluhan penumpang yang telah lama menunggu di Stasiun Babat. 

"Gerbong berapa?" tanya petugas

"Gerbong lima, Pak" jawabku 

"Oke, tunggu di sebelah kanan, ya untuk gerbong 1-4 di sebelah kiri" imbuhnya

Aku menunggu kereta api berhenti, dan tepat di depanku tertulis angka lima, pada dinding kereta yang sudah sering ku jumpai sebelumnya. 

"Ayo, masuk lewat sini saja" kataku kepada Indah, sambil menunjuk pintu sebelah kanan kereta

Kami masuk beriringan, mencari tempat duduk dengan nomor 19 A dan 19 B. Di tempat duduk itu terlihat sudah ada tiga perempuan, dua diantaranya duduk berhadapan dengan tempat duduk kami, sedangkan satu lagi memilih pergi, ketika kami datang. Maklum, itu hal biasa. Memang beberapa orang sengaja duduk di tempat yang masih kosong, salah satunya tempatku dan Indah tadi, dan Ketika yang mempunyai kursi datang, mereka akan pergi.

Kereta melaju sedang, dengan kecepatan normal, ku lihat kanan kiri, dedaunan hijau dan burung-burung berterbangan. Satu diantara burung itu melirik pada jendelaku, seakan ingin memperkenalkan diri, entah sekadar mendengarkan deru mesin kereta api yang melaju atau berbincang lembut, seraya mengatakan "senang jumpa denganmu". 

Tidak terasa, akhirnya perjalanan kami sampai di tujuan akhir, Stasiun Surabaya Pasar Turi. Penumpang demi penumpang turun melewati peron kereta api. Begitu juga aku dan Indah. 

Sesampainya di stasiun, kami berjalan menuju kamar mandi, mengantar Indah yang sedari tadi ingin menambal bedak dan lipstiknya. Aku hanya menunggu Indah, sembari mondar mandir di lorong kamar mandi stasiun.

"Lama banget" protesku

"Sabar, Kak" jawabnya santai 

Sesekali aku berkaca sendiri, sembari menyaksikan Indah memainkan warna pink pada pipinya. Tidak lupa, kami sarapan sepotong ayam goreng yang diberi tepung dengan merek ternama. Makan santai, sambil sesekali melirik di luar kaca, menyaksikan manusia hilir mudik di area stasiun. 

Sesudahnya, kami segera memesan ojek mobil secara online untuk mengantarkan kami ke destinasi wisata yang kami pilih, yaitu Alun-alun Surabaya. Sebuah mobil hitam membawa kami, dari Jalan Bubutan menuju Jalan Gubernur Suryo dengan laju. Namun, tiba-tiba di tengah perjalanan, suara peringatan dari google map mengejutkan kami, di saat kami telah siap menikmati museum Bawah tanah, dedaunan hijau di halaman alun-alun serta panorama bangunan penuh kaca itu, ternyata lokasi sekitar Alun-alun Surabaya tidak bisa dilewati karena ditutup, katanya sedang ada event olahraga. Akhirnya, kami berganti destinasi. 

"Kalau ganti tujuan, bagaimana, Pak?" kataku kepada Driver

"Ya gapapa, Mbak nanti tinggal lihat saja untuk tarif ke tujuan pengganti berapa, tapi tidak perlu diklik" sahutnya

Langsung saja, saat itu Indah memberikan handphonenya kepada sang driver. Di situlah tertera harga 78 ribu, dua kali lebih mahal dari rencana kita di awal, tapi ya sudahlah daripada tidak bisa lewat dan terhadang event di Alun-alun, akhirnya kami minta diantarkan ke Kebun Binatang Surabaya (KBS). Di KBS, aku dan Indah turun tepat di pintu masuk, yang saat itu telah ramai orang, sesekali mereka berselfi ria, ada juga yang menawarkan jasa foto di sana. 

"Ayuk, mau pesan tiket yang mana?" kata Indah

"Paket B boleh, deh" jawabku

Akhirnya, kami memesan paket B, dan mendapat benefit berupa kids zoo dan aquarium di sana. Dua kelengkapan yang kami dapat pada paket itu cukup meleleahkan, sebab banyak sekali tempat yang bisa kami jelajah pada saat itu, tapi aku dan Indah merasa bahagia. Sesekali kami berfoto, saling memotret satu sama lain, sammpai pada akhir wahana, yaitu aquarium, kami melihat banyak fauna indah, ikan-ikan yang didisplay dalam sebuah aquarium berwarna-warni, menambah kesan estetika dalam sebuah ruangan rumpang itu. 

Setelah puas menghabiskan waktu di KBS, kami memutuskan untuk berpindah lokasi, yakni di Kota Lama Surabaya. Sebuah tempat di Surabaya yang menawarkan kenangan masa lalu, lengkap dengan bangunan-bangunan kuno, yang cukup menjanjikan kesan jadul kala digunakan untuk berpose bersama keluarga, teman ataupun pasangan. 

"Mau difotoin apa enggak?" tanyaku pada Indah

Ya, meski hasil jepretanku tidakbagus-bagus amat, tapi setidaknya juga tidak jelek-jelek amat. Akhirnya kami saling bergantian untuk berfoto. Di situlah, seluruh kenangan kami rangkum, pada sebuah lukisan garis waktu yang akan merangkak maju. Aku tidak tahu, sampai berapa lama hubunganku dengan orang-orang sekitarku akan bertahan,entah aku meninggalkannya atau mereka yang meninggalkanku. Termasuk Indah. Namun, yang aku tahu adalah bagaimana saling merawatnya, pada siapapun itu. 

Setelah puas berfoto di Kota Lama, kami melanjutkan trip ke tujuan utama kita tadi, yaitu Alun-alun Surabaya. Berwisata, salat, sembari menumpang istirahat barang sejanak, kami sangat menikmati hidup jauh dari rumah, tentang survive diri dan pertahanan yang kokoh berdiri. Di sana, kami melihat lukisan-lukisan mewah, berjejer rapi, di Museum Bawah Tanah. Seperti biasa, jika tidak berfoto rasanya tidak afdol. 

Perjalan seru nan membahagiakan itu, kami tutup dengan seporsi bakmi jogja, yang di jual di Kedai Jawa Surabaya. Kami menikmati bakmi sekaligus camilan-camilan khas Jawa, juga lantunan lagu yang kian menenteramkan. 

Perjalanan hari itu terjadi pada 19 Oktober 2025, suatu hari yang kami pilih jauh-jauh hari, karena menyesuaikan waktu masing-masing. Dalam perjalanan pulang, sembari memandangi jendela kereta, mengobrol asyik tentang hidup yang terkadang tidak baik-baik saja, namun memaksa untuk terus baik-baik saja, membuat kami larut dalam obrolan, hingga kereta Arjonegoro sampai di Stasiun akhir, stasiun tujuan kami. 

Dari perjalanan ini, kami menyadari, bahwa kenangan bisa diciptakan kapan saja, namun setiap momen pasti menghadirkan bahagia. Ya, kita tidak bisa menyangkal bahwa waktu dan bumi akan terus berputar, namun kita bisa berharap bahwa kenangan-kenangan yang telah kita lukis pada garis waktu akan terus dikenang, tak mampu diulang namun mampu terekam dalam pikiran. 


Penulis: Sugiati

Jumat, 22 Maret 2024

 

                                                             sumber gambar:edit canva/2024

Inikah Bagian Peringatan-Mu?

Ya Allah, hari ini adalah hari bersejarah bagi kami

Ramadan yang seharusnya berburu takjil dengan senang,

diiringi rasa was-was tak tenang

Inikah bagian peringatan dari Sang Mahapasti

 

Ya Allah, betapa besar kuasamu,

Kami merasa begitu kecil, bahkan rumah megah rata dengan tanah

Kami merasa begitu kecil, bangunan megah seperti digoncangkan oleh kuasa-Mu

Inikah bagian peringatan dari-Mu, Ya Allah?

 

Kami, manusia hanya berselimut cemas

Kami, manusia hanya berselimut takut

Kami bersorak berkumandang takbir

Kami bersorak memohon ampunan-Mu

 

Inikah bagian peringatan-Mu?

 


Senin, 11 Maret 2024

Bulan Baik

 

                                                         Ini Adalah Sebuah Puisi 

                                                                      sumber:penulis 2024/edit canva

Menyambut Ramadhan hari pertama

Diiringi musik penuh alunan dan irama

Mengingat-ingat selama maret terjadi apa, ya?

Ternyata satu persatu orang baik datang menyapa


Meski keterkejutan juga terjadi

Dilema dan sedih tak berujung

Menyelimuti sampai hari ini

Bukan, bukan tugasku untuk meratap

Cukup diam dan menetap, karena semua akan kembali,

pulih

 

Ramadhan datang sebagai suatu pertanda

Amalan-amalan baik harus selaras dan tertata

Ramadhan datang sebagai suatu pembeda

Sifat dan sikap yang kurang baik harus tiada

 

Kepada orang-orang baik disekitarku, ku mohon tetap ada di sini

Kecuali kau, hustt sana, pergi jauh-jauh

Hanya beberapa orang yang ku izinkan untuk tinggal

Selebihnya cari sendiri kau punya rumah, ya, kawan

 

Minggu, 25 Februari 2024

Bicara Soal Makan Siwil

             

                     Ini Dia Penampakan Siwil

                                                         sumber gambar:pinterest x canva

Kita semua pasti senang nyemil, mengemil dan camilan. Salah satu kuliner yang banyak diburu oleh pecinta makan yang seringkali kita sebut sebagai food lover. Saya rasa tidak hanya food lover yang senantiasa memburu makanan-makanan enak dan menggiurkan, semua orang akan berlomba-lomba untuk bisa menikmatinya. Hal ini karena makan merupakan kebutuhan hidup setiap manusia dan itu bentuk mutlak dari manusia, tanpa makan akan fatal.

Saya adalah Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura yang tengah menginjak semester delapan. Ya, saya sudah semester akhir. Saya bukan orang asli Madura, namun tiga tahun setengah di Madura membuat saya memahami kebiasaan orang-orangnya, lingkungan dan makanan-makanannya. Meski pada awalnya saya harus beradaptasi tetapi seiring berjalannya waktu adaptasi itu membuahkan hasil, seperti saya tahu bahwa di Madura ada camilan yang sistem belinya prasmanan. Penasaran, kan camilan apa itu?

Camilan itu namanya siwil. Ya, terdengar aneh awalnya. Siwil adalah makanan ringan yang bahan utamanya tepung, biasanya siwil disajikan dengan bumbu rujak khas Madura yang membuat lidah bisa bergoyang saat menikmatinya. Saat saya menikmati siwil untuk pertama kalinya, sekilas makanan ini seperti cireng. Barangkali hanya berbeda nama saja. Hehe

Jangan salah, makanan ini ternyata banyak digandrungi Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura, loh. Biasanya para Mahasiswa UTM menikmati makanan ringan ini bersama kawan, pacar atau teman dekat lainnya. Saya dan kawan-kawan biasa datang ke warung siwil milik Bu Fat yang letaknya dekat dengan Pelabuhan Kamal, Bangkalan, Madura. Mahasiswa UTM tentu sudah tidak asing lagi dengan tempat ini. Banyaknya peminat siwil, terutama Mahasiswa UTM tentu membuat kalian penasaran, kan apa sih keistimewaan camilan ini?

#1 Prasmanan

Siwil yang tersedia di Warung Siwil Bu Fat menyediakan sistem prasmanan dalam pembeliannya. Artinya, saya dan kawan-kawan bisa mengambil sendiri dengan bandrol harga lima ratus rupiah hingga dua ribu rupiah per-bijinya, bergantung jenisnya. Meski begitu kami merasa senang karena bisa leluasa menentukan selera kami sendiri tanpa terbatas waktu. Oh ya, setelah memilih siwil kami juga berkesempatan memotong siwilnya menjadi kecil-kecil dengan gunting yang telah disediakan Bu Fat, loh. Tujuannya agar tidak tersedak saat makan, tapi itu sesuai selera, ya enggak dipotong juga enggak apa-apa, kok.

#2 Harga Terjangkau

Kawan, makan siwil di Warung Bu Fat ini tidak perlu membawa budget yang fantastis. Saya pernah membawa uang sepuluh ribu sudah dapat sama esnya. Oh ya, untuk porsinya jangan tanya lagi, meski hanya jajanan dua ribuan tetapi saya sampai kekenyangan makan siwil di Warung Bu Fat ini. Selain menikmati siwil, saya juga memesan es agar tidak tersedak saat makan. Kamu pernah mencobanya?

#3 Makan di Pinggir Pantai

Biarpun Bu Fat sudah menyediakan tempat untuk duduk, meja dan perlengkapan yang memadai untuk makan ditempat, saya tetap boleh membeli siwil dengan dibungkus, kok. Waktu itu saya membeli tetapi dibungkus dan berencana makan siwil di Tepi Pantai Kamal, tepatnya di Pelabuhan Timur Kamal. Sembari menikmati siwil, saya dan kawan menikmati angin sepoi-sepoi yang menerabas kami dengan lembut, menjadikan suasana semakin menyenangkan dan sejuk.

Siwil hanya camilan yang mirip dengan cireng tetapi banyak digandrungi Mahasiswa UTM. Biasanya siwil juga disediakan secara frozen (belum matang). Saya juga biasanya membeli siwil frozen, misalnya untuk oleh-oleh keluarga atau untuk kawan lama yang kepingin tahu tentang makanan di Madura. Apa kalian sudah pernah mencoba?

 

 


Sabtu, 14 Januari 2023

Misteri Case Putih Biru

Mimpi selalu berani mendobrak masa depan. Tatkala hati Dinanti dipenuhi mimpi-mimpi dalam sebuah perjalanan yang begitu panjang. Dinanti adalah remaja perempuan yang duduk dibangku perkuliahan. Malam pekat, menjelma menjadi begitu dekat. Ia berjalan melenggang, menyaksikan beberapa pertunjukan alam dengan desir angin sore yang melambai-lambai diselimuti langit jingga. Hari ini Dinanti ada pertemuan dengan kawan organisasinya.

Sore menjemput magrib, suara adzan berkumandang begitu merdu dan lihai. Dinanti terlihat memasang sajadah, mengenakan mukena bercorak bunga-bunga, bersimpuh kepada sang pencipta. Seberes sholat ia menghubungi kawannya.

“Nanti kamu jemput jam berapa?” bunyi pesannya

“Kalau mau otw aku kabari, ya” ujar kawan Dinanti

Membaca pesan tersebut Dinanti bergegas membereskan apa-apa yang ada dalam dirinya. Mulai berdandan sederhana dan merapikan jilbab hitam yang dikenakannya malam itu.

“Aku didepan” kata kawannya

Notifikasi itu muncul di telepon genggamnya, Dinanti bergegas turun, sebuah kos gagah berwarna hijau menjadi saksinya. Terlihat perempuan mengenakan jaket biru, duduk diatas sepeda yang terlihat dari lantai atas tempat dimana Dinanti hendak turun.

Tanpa menunggu lama mereka berangkat, menyusuri jalan-jalan yang diapit rumah-rumah warga dan kos-kosan yang beraneka warna temboknya. Mereka tiba ditempat yang disebut perkopian. Disebuah lahan sisa bangunan, kawan Dinanti yang biasa ia panggil Yuliana memarkir motor bebeknya, kemudian mereka berdua memasuki sebuah ruangan yang sudah penuh dengan orang-orang.

Kala itu semua sudah bersiap, sebuah rapat akan segera dimulai. Rapat dengan bertemakan sebuah keorganisasian yang mulai dihelat seberes sholat isya’. Dinanti menjabat menjadi koordinator di salah satu divisi yang berada dalam organisasinya, sedang ia duduk bersebelahan dengan ketua umum yang memimpin organisasinya.

Kala itu ia melihat sebuah case bercorak biru putih, ia spontan mengatakan bahwa keduanya memiliki persamaan, tapi berbeda. Kata Dinanti case yang ia miliki merupakan case milik calon ketua sedangkan yang bersebelahan milik si ketua. Serentak manusia-manusia yang ada diruangan tersebut tersenyum merekah, ada beberapa yang tertawa renyah.

Rapat berlangsung dengan begitu hikmat, seluruh pasang telinga mendengarkan, dan banyak mata terbelalak dengan moderator yang memimpin rapat dengan agenda keorganisasian itu. Beberapa orang terlihat mengacungkan tangan dan mengutarakan pertanyaan.

Waktu berjalan begitu cepat saat pukul menunjukan jam 22.00 WIB rapat diakhiri dengan salam dan seluruh peserta rapat meninggalkan tempatnya. Oh ya, dengar-dengar besok akan ada pertemuan ulang penentuan ketua umum baru di sebuah organisasi yang bernama aksara mandala.

Organisasi Aksara Mandala bergerak dalam bidang kepenulisan dan penalaran. Segala rencana telah tersusun rapi, konsepan acara siap dieksekusi. Pagi-pagi sekali undangan datang, menjelma menjadi penikmat acara yang memasang mata dan telinga.

Hari ini Dinanti datang dengan Renjana. Seorang kawan yang kosnya didepan kosan Dinanti. Menggunakan motor bebek bercorak putih dan biru Dinanti dan Renjana menyusuri jalan yang penuh hiruk pikuk kendaraan.

Tak lama kemudian mereka sampai diparkiran, didepan gedung megah yang terbuat dari beton-beton gagah. Dinanti dan Renjana bergegas menuju tempat duduk yang telah disediakan, mereka duduk dibangku ke dua dari depan. Oh ya hari ini mereka mengenakan baju seragam.

Acara pagi itu diawali dengan pembukaan, dan beberapa acara pendukung, hingga pada acara inti. Acara inti inilah yang membuat jantung Dinanti berdeguk lebih kencang dari biasanya. Ya, dibagian inilah tanggung jawab besar dilimpahkan kepadanya.

Dinanti terpilih menjadi ketua umum baru dari Organisasi Aksara Mandala, sebuah organisasi besar yang bergerak dalam bidang kepenulisan dan penalaran. Entah apa yang ia rasakan, campur aduk menjadi satu. Perasaan takut, hingga rasa pesimis tak mampu menjalankan amanah yang ia terima.

Hingga pada malam hari yang begitu sepi, malam Dinanti tak seasik hari-hari sebelumnya. Ia benar-benar kebingungan, ia tak percaya, beberapa kali mencubit lengannya. Lengan yang ia bungkus dengan pakaian hitam panjang itu beberapa kali menjadi bahan percobaan untuk membuktikan ini mimpi atau nyata.

Gundah gulana, itulah ungkapan yang tepat dan menyelimuti perasaan Dinanti selama tiga hari setelah hari itu. Hingga dihari ke empat ia mulai bergerak untuk merangkai apa-apa yang akan ia berikan pada Organisasi Aksara Mandala tercinta.

Sejenak ia sadar, itu adalah sebuah lelucon yang menjadi nyata. Dari sebuah lelucon case putih biru menjadi kenyataan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Lelucon itu juga berubah menjadi tanggung jawab yang amat panjang. Namun Dinanti percaya bahwa pundak dan kakinya akan selalu berjalan beriringan.

Selesai.

 

 

 

Minggu, 14 Maret 2021

Pelangi

Aku berjanji

Akan selalu memandang indah warna warnimu meski kadang tak terlihat Kendatidirimu selalu istimewa hal itu tak jadi problematika

Hasrat ingin mendambakan keindahan dari sesuatu seelok senja 

Kupastikan akan ada seseorang yang menjelma menjadi ia

Seseorang itu adalah aku

Kau harus siap, bersamaku akan kita hadapi semua bersama

Kau adalah nama yang membuatku selalu terseret pada aksara cinta

Kau adalah nama yang membuatku selalu ingin memainkan kata

Kau adalah objek dalam aksara sajakku

Jangan bersedih pelangi,

Akan selalu ada aku disampingmu

Meski diri ini tak sesempurna kata mereka

Tapi aku tak mungkin dapat diterka, sebab

Hanya kau yang boleh tahu

Bagaimana aku memperlakukanmu dengan sangat istimewa

Tanganku siap menggenggam, tubuhku siap memeluk

Dan lentik jemariku selalu ingin mengusap air matamu

Meski dari kejauhan, aku rindu gelak tawamu

Aku tak ingin melihat setetes pun air matamu berceceran

Sekali lagi ku tegaskan aku tak ingin kau memecahkan tangismu

Selama ada aku, aku selalu bisa kau jadikan sandaran

Tak apa, biarlah semua berlalu lalang menyakitimu

Aku yang akan tetap gagah berdiri menopangmu

Pelangiku untuk aku

Akan selalu ku semoga kan yang terbaik untuk kita

Terkhusus untukmu pelangi istimewa

Akan ku lengkapi kurangmu dengan lapang dada

Izinkan aku menggenggam tanganmu

Ku pastikan kau aman bersamaku

Tak akan ada yang dapat melepas genggamanku

Bahkan badai angin sekalipun

Sebab kita akan bersama sampai kapan pun

Lalu lalang pergantian hari

Tapi rasaku masih sama sampai saat ini

Bahagiamu adalah satu hal yang akan kuperjuangkan

Hingga titik darah penghabisan

*Karya ini dilombakan dalam event nulis bareng bersama Mellen Publisher



Senin, 08 Maret 2021

Wanitamu

Langit membius, puing-puing berjatuhan, awan tersipu malu dipandangan, kiranya hari ini akan hujan. Aku tetap dengan gayaku sedari awal dengan kedua tanganku memeluk tubuhku sendiri karena takut kedinginan. Perkenalkan namaku Adellia Charla, Orang-orang biasa memanggilku Adel. Konon katanya nama itu dipilihkan oleh kakak laki-lakiku mas Darma namanya. Mas Darma adalah kakak sulungku yang selalu siap menjadi garda terdepan ketika ada orang lain yang membuat air mataku jatuh.

Hari ini adalah jadwal kencanku dengan seseorang yang aku temui enam tahun silam, seseorang yang membuat jantungku berdeguk lebih kencang dari biasanya. Beni namanya. Laki-laki tampan berperawakan tinggi itu berhasil mencuri hatiku sejak Maret 2015. Kami bertemu dalam keramaian namun hanya dia satu-satunya bunyi indah dalam kebisingan.

“Hallo Tuan Putri, sudah siap?” Sapa Beni mmengagetkanku dari belakang

“Sudah siap pangeran”. Sahutku, sembari menerima uluran tangan Beni yang ingin menggandengku

Kami berjalan menuju motor tua Beni yang lumayan unik, warnanya yang asthetic salah satu yang membuatku menjuluki Beni sebagai lelaki sederhana yang tak biasa. Maret 2021 hari ini tepat enam tahun. Enam tahun silam aku dan Beni menjalin komitmen bersama untuk saling mengisi dalam suka maupun duka, entah suatu hari nanti Beni jodohku atau bukan, yang sedang ku perjuangkan saat ini adalah bagaimana kami menjalani hari-hari tanpa saling mengabaikan. Meski kami terkadang saling bersihkukuh, menepis ego masing-masing, tapi kami tak pernah lupa bahwa kami sama-sama punya rumah tempat pulang aku adalah pada Beni dan Beni adalah pada aku.

Tiba-tiba ada sepasang badut yang menghampiriku sedang duduk disebuah taman. Badut itu terlihat lucu dengan bintik warna-warni menghiasi kostumnya, sembari memandanginya tiba-tiba badut itu memberiku bucket bunga lengkap dengan surat didalamnya. Berbarengan dengan adegan romantis si badut, Beni menghampiriku membawa alat musik petikan sembari menyayikan lagu romantis disisiku. Tangannya dengan piawai memainkan gitar, mulutnya yang terbiasa berkata halus menyayikan lagu romantis itu dengan penuh senyuman. Aku tersenyum, tangannya menarikku lebih dekat ke sisinya.

“Selamat hari istimewa, maaf atas segala kurang dan salah. Mari perbaiki bersama, aku selalu mengusahakan yang terbaik untuk kita”.

Kata itu keluar dari mulut lelaki sederhanaku. Beni, terima kasih untuk segalanya hari ini dan hari-hari setelah ini ku pastikan rasa ini akan terus bertumbuh sampai kita tutup usia. Aku adalah satu-satunya atas nama Adel yang menemukan keberuntungan memiliki seseorang yang jauh dari ekspetasi awal. Jujur saja sosok Beni pada awalnya ku pandang sebagai sosok dingin, tak romantis, jauh dari sifat perhatian. Ternyata salah, sebaliknya dia adalah sosok peduli yang amat penyayang terlebih ketika melihatku sedih dan merasa kesusahan. Aku merasa menjadi satu-satunya wanita paling beruntung di dunia. Terdengar sangat klise alasanku menyukai Beni karena ia sederhana dan selalu menampilkan dirinya dengan apa adanya tetapi hal itu tak pernah mengurangi ketampanannya. Dia Beniku seseorang yang hingga hari ini masih dengan setia memperjuangkanku.

Aku menemukanmu dalam keramaian
Kau adalah sosok yang kutemui dalam kebisingan
Bagiku tak pernah ada bunyi yang lebih indah
dari sapaanmu
Kau tak pernah membuatku merasa sendiri
dalam setiap langkahku
Seperti selalu kau pastikan, bahwa kau ikut mengiringiku
Aku adalah sosok seberuntung itu
Menemukanmu menjadikanku terselamatkan dari
masa laluku
Trima kasih cintaku
Selamat hari jadi kita semoga selalu bahagia.

Bunyi surat dari lelakiku, ku baca diiringi senyum simpul dibibirku sembari berbaring diatas tempat tidur berselimut sutera yang menghantarkanku terlelap dalam mimpi.

Pagi begitu cerah diselimuti embun yang berceceran dalam dingin. Hari ini kepalaku sedikit pusing entah mengapa, mungkin karena tidur terlalu malam. Aku bergegas mengambil keputusan untuk turun ke bawah mengambil makanan, barangkali setelah ini pusing yang menggangguku sedari tadi bisa disembukan dengan makan. Ternyata, ketika tangan mungilku memegang sendok dan siap untuk melahap nasi goreng buatan Bibi entah mengapa tubuhku gemetar dan aku jatuh pingsan. Ayah begitu panik, ia menggendongku ke arah mobil dan bergegas membawaku ke rumah sakit, ibu yang sedari tadi di dapur ikut lari mengikuti arah ayah yang menggendongku sembari menangis tak berhenti melihat buah hati perempuannya jatuh pingsan.

“Bisa berbicara dengan orang tua pasien?” Doktor melirik ayahku dengan tatapan tajam, entah apa yang terjadi denganku aku tidak tahu. Ayah bergegas keluar mengikuti doktor untuk berbicara terkait kondisiku saat ini.

“Saudari Adel didiagnosa menderita kanker otak stadium akhir, mungkin penyakit ini sudah lama namun disembunyikan oleh saudari Adel atau dia tidak tahu sebelumnya”

“Enggak mungkin Dok anak saya sejauh ini baik-baik saja hanya saja dia tadi pagi merasa kepalanya pusing, mungkin Doktor salah periksa”

“Tidak pak, kami tidak salah periksa ini ada hasil labnya silahkan dibaca”. Kata Doktor sambil menyodorkan kertas putih berisi hasil labku.

Ayah begitu terpukul, aku melihat tubuhnya begitu gemetar mendengar pernyataan Doktor bahwa anak perempuannya sakit parah. Aku menangis sejadi-jadinya namun aku tetap berusaha kuat demi ayah dan ibu. Kepalaku kembali pusing ibu menenangkanku agar aku bisa beristirahat. Seketika itu aku tak lupa mengabari Beni dengan nada terisak aku menelponnya dan meyampaikan kabar itu, Beni terdengar sangat khawatir akan hal itu. Lelaki itu tiba di Rumah Sakit satu jam setelah aku mengabarinya. Beni terlihat begitu terpukul, dan ini adalah pertama kalinya aku melihat air mata lelaki yang ku cintai jatuh karena aku. Begitu ku lihat binary mata Beni yang amat sangat mencintaiku aku merasa taku meninggalkannya karena aaku tahu pasti usiaku tak akan lama. Begitulah pesimisku setelah mendengar keterangan Doktor mengenai sakitku.

Hari-hari aku lewati dengan balutan kain dikepalaku setidaknya ada puluhan rambut, ratusan, bahkan ribuan yang rontok setelah aku melakukan kemo terapi. Aku tetap beersaha kuat menahan sakitku, aku tidak sendiri setiap hari Beni datang membawa bunga dan coklat meski pada akhirnya coklat itu tak ku makan tapi hal itu lebih dari cukup untuk menguatkanku. Suatu hari kepalaku sangat sakit ayah, ibu, dan Beni yang kebetulan ada didekatku sangat mengkhawatirkanku, Beni duduk dibawah kursi yang ku duduki dia bersimpuh memegang tanganku erat-erat sembari membisikkan ditelingaku bahwa dia sangat menyayangiku, apapun yang terjadi.

Wanita kuat bukan hanya ia yang mampu menjinjing beban berat tapi ia yang selalu mampu bersikap tenang separah apapun kondsi yang ia hadapi. Wanita kuat bukan hanya ia yang mampu menggantikan segala tugas seorang lelaki tapi ia yang selalu berusaha menjalani kodratnya dengan baik dan selalu berusaha menebar senyum bagi banyak orang apapun yang terjadi.


Rabu, 20 Januari 2021

Pengaruh Ilmu Teknologi Terhadap Lunturnya Budaya Bangsa Pada Generasi Muda

Teknologi melaju dengan pesatnya mendorong terjadinya perubahan sosial baik gaya hidup maupun cara manusia berinteraksi dengan manusia lain. Perkembangan teknologi menjadi penyebab lahirnya era globalisasi yang juga berdampak pada generasi muda. Anak muda yang kreatif dan inovatif, namun sisi negatifnya materialistis, konsumtif, dan cenderung lebih mengagungkan budaya bangsa lain dari pada budaya sendiri dengan model kehidupan yang kebarat-baratan. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk memberikan pandangan terkait sejauh mana teknologi telah mempengaruhi generasi muda yang berdampak pada lunturnya budaya bangsa. Oleh karena itu para generasi muda perlu dibekali dengan edukasi akan budaya bangsa agar tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bersifat merugikan dan mengakibatkan degradasi budaya bangsa. Diperlukan juga peran pemerintah agar dapat memberikan edukasi yang jelas terhadap dampak teknologi informasi terutama internet, dan juga membuat kebijakan hukum yang tepat berkaitan dengan pesatnya kemajuan teknologi sebagaimana kita juga harus dapat memperhitungkan yang baik dan buruk serta bijaksana pada permasalahan yang dihadapi sehingga degradasi budaya akan dapat dicegah. Dengan demikian lunturnya budaya bangsa akibat teknologi menjadi masalah serius bagi eksistensi budaya bangsa karena kemudahan akses dalam menemukan apapun dan kapanpun menjadikan manusia bisa lebih leluasa mencari, terutama pada generasi muda yang menemukan hal-hal baru mereka akan lebih menyukai hal-hal yang menurutnya keren misalnya mereka lebih tertarik pada kebudayaan asing atau budaya barat daripada budaya bangsanya sendiri.

Ilmu teknologi membantu manusia dalam hal menyimpan, mencari, dan menemukan sesuatu serta dapat mempermudah pekerjaan manusia karena mudahnya akses serta banyaknya manfaat dari adanya teknologi tetapi mereka tidak pernah memikirkan dampak negatif dari teknologi. Oleh karenanya dalam perkembangan teknologi ini mengancam banyak hal seperti degradasi budaya pada generasi muda. Generasi muda adalah objek paling rentan terkena dampak dari perkembangan teknologi. Mereka semakin tidak mengenali budaya bangsanya sendiri akibat adanya teknologi yang memberi banyak pengaruh untuk lebih condong pada tindakan meniru budaya barat sehingga budaya bangsanya sendiri semakin dilupakan.Hal itu dapat menimbulkan budaya bangsa mulai luntur dikalangan anak muda.

Teknologi berdampak besar bagi generasi muda saat ini. Mereka lebih senang mencoba hal baru yang menurut mereka bagus dan keren. Kebanyakan dari mereka menyukai sesuatu yang instant contohnya internet. Ketika belum mengenal internet anak sekolah mengerjakan tugas dengan belajar kelompok atau diskusi bareng teman sebaya namun sekarang jarang terlihat hal demikian. Beberapa anak masih melakukan tetapi dengan ponsel yang tidak bisa dipisahkan sehingga suasana hangat pertemuan itu digerus oleh kesibukan memandangi ponsel, mereka meniru kehidupan orang-orang barat bahkan yang paling menyedihkan mereka lupa akan lagu-lagu nasional dan daerah tetapi hafal lagu-lagu yang sedang trend saat ini. Dari hal-hal tersebut dapat dikatakan bahwa mereka mulai lupa akan budaya bangsanya sendiri. Dengan demikian, pengaruh teknologi bagi generasi muda ini harus mendapat implementasi oleh semua pihak khususnya diri anak muda itu sendiri agar ancaman degredasi kebudayaan pada budaya bangsa dapat dicegah.

Generasi muda merupakan objek paling rentan mengalami degradasi budaya sehingga mereka tidak mengenali budayanya sendiri lambat laun budaya bangsa tersebut akan luntur pada diri generasi muda. Generasi Milenial atau generasi muda dianggap spesial karena kemampuan mereka dalam hal yang berkaitan dengan teknologi jauh berbeda dengan generasi sebelumnya (Sebastian, 2016:17-30). Sehingga kemungkinan akan terjadi degradasi budaya pada generasi muda ini sangat besar akibat perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Peran generasi muda sangat diharapkan untuk terus berusaha mewarisi kebudayaan dan akan menjadi kekuatan bagi eksistensi budaya bangsa itu sendiri. Upaya dalam Menjaga dan melestarikan budaya Indonesia dilakukan dengan dua cara yakni culture experience and culture knowledge tetapi kenyataanya terpaan arus globalisasi mendorong generasi muda semakin terpengaruh oleh budaya barat sangat kuat. Mereka lebih suka memandangi layar smartphone daripada melihat pertunjukan budaya dan diberikan edukasi tentang budaya bangsa.

Pembahasan mengenai dampak teknologi terhadap lunturnya budaya pada generasi muda sangat diperlukan. Hal itu bertujuan agar dapat mengetahui sejauh mana para generasi muda ini terpengaruh oleh arus globalisasi khususnya pada bidang teknologi sehingga nantinya akan lebih mudah dalam melakukan tindakan dan implementasi untuk mencegah terjadinya degradasi budya bangsa. Dengan demikian lunturnya budaya bangsa pada generasi muda ini menjadi masalah serius bagi eksistensi budaya bangsa oleh karenanya upaya-upaya perlu dilakukan dalam mengatasi hal itu. Karena jika tidak maka lambat laun budaya bangsa akan semakin tenggelam dan dikalahkan oleh budaya-budaya bangsa asing.

Analisis Video Menggunakan Tiga Konsep

NAMA : SUGIATI 
KELAS/NIM : 1C/ 200521100107
PRODI : SOSIOLOGI

1. Menganalisis Video Satu yaitu Video yang Berjudul Menunggal dengan Konsep Masyarakat Majemuk dan Proses Perubahan Nilai Budaya.

Masyarakat majemuk adalah sekumpulan orang yang memiliki lebih dari satu sub kultur atau sub sistem kemudian menjadi satu kesatuan hingga membentuk khazanah kebudayaan yang beragam. video yang berjudul menunggal atau menjadi tunggal menjadi satu menyatu merupakan sebuah video yang berisi tentang cerita seorang anak laki-laki bernama Anthoni Hamdani yang pada saat itu mengikuti program Sabang Merauke, sebuah program yang artinya seribu anak yang merantau kembali lagi. Anthoni yang beragama Islam harus beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan sebuah keluarga yang beragama lain. Tentu upaya tersebut adalah hal yang sulit tetapi bagaimanapun Anthoni harus mampu beradaptasi dengan baik karena di sana ia sebagai tamu perantauan.
Dalam tayangan video tersebut berbagai perbedaan sangat jelas terlihat. Perbedaan kebiasaan saat keluarga tersebut ingin melaksanakan ibadah di Gereja. Meskipun Anthoni bukan bagian keluarga yang sesungguhnya tetapi Anthoni berada di tengah-tengah mereka jadi Anthoni ikut meskipun hanya duduk saja atau melihat saja. Dari sana terlihat bahwa kemajemukan masyarakat sangat beragam, mulai dari budaya dan agama disebut perbedaan SARA (suku, agama,  dan ras). 
Perubahan nilai kebudayaan adalah proses perubahan kebudayaan dikarenakan perubahan pada lingkungan sekitar sehingga kebudayaan harus adaptif, begitu pun masyarakatnya harus mengikuti perubahan tersebut karena jika tidak mereka akan tertinggal. Pada video tersebut proses perubahan nilai kebudayaan yang terjadi adalah proses menerima perbedaan yang tidak meninggalkan kebudayaan asli tersebut. 
Hal tersebut bisa dilihat dari kisah Anthoni yang berusaha menyesuaikan kebiasaan diri dengan lingkungan baru tempat dia beradaptasi. Seperti cara makan, tentu di dalam keluarganya sendiri Anthoni memiliki cara makan yang berbeda dengan cara makan di keluarga tersebut. Meski berbeda lambat laun Anthoni menerima hal itu dengan menyesuaikan apa yang berlaku dalam keluarga tersebut namun ia tidak meninggalkan kebudayaan dan atau kebiasaan yang ia bawa dari keluarga aslinya. 

2. Analisis Video ke Dua dengan Konsep Sistem Sosial 
Budaya Indonesia Era New Normal 

Era new normal adalah keadaan dimana beberapa aktivitas masyarakat dilakukan secara normal, tetapi tidak secara keseluruhan ada batasan tertentu yang perlu diterapkan. Pada video ke- dua jelas sekali penerapan aktivitas pada era new normal ini sangat diterapkan. Hal itu dibuktikan dengan penerapan layanan puskesmas, pembatasan pasien puskesmas, dan perbedaan tempat pelayanan puskesmas serta protokol kesehatan sangat diterapkan.
Pelayanan puskesmas juga di rubah dari sebelum adanya pandemi dan setelah adanya pandemi covid-19. Puskesmas Kramat Jati membedakan tempat pelayanan kesehatan bagi para pengunjung puskesmas, kemudian setiap pengunjung puskesmas baik masyarakat luar ataupun petugas puskesmas setempat harus melaksanakan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Puskesmas Kramat Jati merupakan cerminan dari upaya penerapan adaptasi di era new normal saat ini, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan ada beberapa kebijakan yang diterapkan puskesmas tersebut tetap melakukan.
Dalam video tersebut dapat dikatakan sebagai upaya bertahan pada era new normal dengan mematuhi aturan pemerintah. Hal itu juga merupakan tindakan agar tidak tertular penyakit covid-19. Pelayanan puskesmas tetap dijalankan sebagai bentuk pembangunan sinergi masyarakat di era pandemi, di antaranya yaitu sumber daya manusia yang harus tetap ada dan ekonomi yang harus tetap diseimbangkan dengan kebutuhan saat ini meskipun sangat sulit mencapai tatanan ekonomi seperti sebelum pandemi. Hal itu pasti dirasakan oleh beberapa petugas puskesmas atau bahkan masyarakat yang kebutuhannya masih sama akan tetapi pendapatan atau penghasilannya berkurang. 
Puskesmas Kramat Jati merupakan cerminan dari upaya penerapan adaptasi di era new normal saat ini, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan ada beberapa kebijakan yang diterapkan puskesmas tersebut tetap melakukan.

Minggu, 10 Januari 2021

Resensi Novel "Perempuan Di Titik Nol"


Judul Buku : Perempuan Di Titik Nol 
Pengarang : Nawal el-Saadawi 
Penerbit : Yayasan Obor Indonesia 
Tebal Buku : 176 Halaman

Novel yang berjudul "Perempuan Di Titik Nol" karya Nawal el-Saadawi ini merupakan novel yang membahas tentang feminisme. Dimana dalam novel ini mengecam pedas perihal ketidak adilan perlakuan laki-laki terhadap perempuan yang dianggap telah menindas hak-hak perempuan. Novel ini adalah berisi hasil dari penelitian penulis pada seorang narapidana yaitu perempuan malam bernama Firdaus yang akan dihukum gantung karena membunuh seorang laki-laki. Firdaus adalah seorang perempuan malam yang memiliki kisah masa lalu dimana pada masa lalunya ia pernah dilecehkan oleh laki-laki tanpa disadarinya. Bahkan ia dipaksa oleh pamannya untuk menikah dengan seorang laki-laki yang jauh lebih tua dari dirinya. Dari pernikahan tersebut ia sering mendapat perlakuan yang kurang baik, tetapi setiap kali ia bercerita kepada pamannya, paman Firdaus selalu mengatakan bahwa seorang suami memukul istri itu hal yang wajar. Dari hal itulah Firadus memutuskan menjadi perempuan malam, karena menurutnya perempuan malam lebih memiliki nilai dan harga. Ketika menjadi perempuan malam Firdaus mengenal banyak sekali laki-laki dengan berbagai macam sifatnya. Pada suatu ketika ada seorang pangeran Arab yang ingin dilayaninya, tetapi karena saat itu kemarahan Firdaus sedang memuncak, uang yang diberikan oleh pangeran tersebut disobek oleh Firdaus dan ia berkata "Barangkali sekarang kau akan percaya bahwa saya banar-benar mampu untuk membunuhmu, kau tidak lebih baik dari seekor serangga, dan apa yang kau perbuat hanyalah menghabiskan uang beribu-ribu yang kau ambil dari rakyat mu yang sedang mati kelaparan untuk diberikan kepada pelacur sepertiku”.  Selama ini dia diam kemudian memberontak, ia merasa tidak ada keadilan antara laki-laki dan perempuan. Mengapa perempuan menjadi korban penindasan atau selalu diperbudak dan ia juga ingin memperjuangkan hak-hak perempuan. Novel ini memiliki kelebihan diantaranya ceritanya bisa dijadikan pelajaran, meskipun terlihat berat pada tema yang dibahas tentang feminisme tetapi setelah dibaca tidak sama sekali. Pada setiap tokoh yang diceritakan memberi pelajaran dan pengajaran yang disampaikan penulis dalam novel ini. 

Jumat, 08 Januari 2021

Aku dan Diriku

Bagiku dan bagimu hidup kita berbeda, tak tahu mana yang lebih baik dan lebih banyak. Pengalamanmu atau pengalamanku, perkenalkan namaku Sugiati nama singkat yang diberikan kedua orang tua ku untuk mengarungi hidup ini. Kali ini dalam tulisan ini aku akan memberi tahu sedikit banyak tentang apa, kenapa dan harus apa. Maksudnya bagaimana ?

Maksudnya begini, sederhana saja dalam hidupku dan hidupmu pasti memiliki pengalaman baik itu yang membangun ataupun yang membantumu berdiri setelah jatuh dan memaksamu untuk kembali bangun. Bagaimana aku sekarang, adalah kebangkitanku setelah kesakitan yang ku alami dulu. 

Waktu itu, ku kira hidupku adalah hidup yang nyaris saja sempurna, cinta dan pengorbanannya menjadi dua hal yang selalu ku banggakan dan ku pelihara ke panjang umurannya. Tapi ternyata aku salah sebab yang membuat hidupku hampir saja jatuh dan susah untuk berdiri lagi yakni kedua hal itu. Kalian pasti pernah jatuh dan cinta, apakah kalian pernah merasakan setelah mencintai dan berkorban kalian di ombang-ambing rasa sakit yang tak tertahan. Ku kira semua pernah. 

Aku yang waktu itu merasa bahwa tidak ada hidup yang sempurna lagi, kesakitan yang ada telah menghancurkan harapanku untuk hidup bahagia. Hahaha bodohnya aku waktu itu, menganggap bahwa semua hanya tentang cinta. Sebulan berlalu, hampir sulit untuk menjalani hari-hari baik dalam hidupku, aku menyadari ternyata hidupku segampang itu terjebak dalam cinta dan permainannya. 

5 Mei 2020, pagi itu aku berjanji pada diriku sendiri, untuk ya sudahlah tentang semua yang terjadi yang datang biar datang yang pergi silakan pergi. Aku mulai hidupku yang baru, aku persilahkan cara Tuhan kembali melingkarkan senyumku. Sedikit demi sedikit rasa sakit itu hilang. 

Ternyata bangkit dari rasa itu adalah pilihan yang tepat, entah hari apa waktu itu yang jelas saat itu aku sedang memperjuangkan impianku untuk masuk di perguruan tinggi negeri, persiapan panjang dan matang membuatku lupa bahwa aku pernah hampir hilang karena jatuh cinta. Beruntung, aku menyadari bahwa kelangsungan hidup bukan hanya tentang hari itu, hari-hari selanjutnya masih panjang mari berjuang dan buktikan. 

Segala upaya aku lakukan dari memohon kepada Tuhan, hingga mengusahakan segalanya yang patut diusahakan. SBMPTN adalah jalan ninjaku. Tidak mudah mengusahakan hal itu, tetapi semua bisa karena terbiasa. Setiap hariku ku isi dengan kegiatan positif dan kesibukan yang produktif. Belajar dan belajar adalah jawabannya. Aku yang waktu itu pernah sangat bodoh, kali ini harus lebih pintar menghadapi hari-hari baru, aku harus tahu bahwa hidup ini keras tak akan lunak jika hanya mengandalkan cinta,  cinta dan cinta saja. 

Kepada diriku, ku katakan “ayo bangkit, hidupmu terlalu berharga untuk hal-hal yang membuat semua sia-sia” aku menyadari bahwa aku terlalu lemah jika bermain dengan rasa, memang terkadang seseorang yang kuat sekalipun akan menjadi lemah jika sudah berbicara perihal rasa. 

Pagi itu, 25 Juli 2020 aku jatuh dan terpental jauh dari kendaraan yang ku naiki bersama kakakku waktu itu kami hendak ke Surabaya merupakan rangkaian hari sebelum aku mengikuti tes masuk perguruan tinggi negeri. Sakit sekali. Entah, hari itu aku berpikir hidupku telah berakhir. Haha lucu aku mengingatnya berdiam diri di sudut jalan itu dan menahan rasa nyeri yang sangat menggangguku. Seketika aku menyadari bahwa ternyata hidup tak sesempit itu banyak sekali hal yang patut di syukuri sebelum akhirnya menyalahkan keadaan dan terus menyalahkan bukan berarti kau adalah jagoan. 

Tibalah hari di mana tes itu dimulai, aku bertekad pada diriku mari buktikan jangan gagal ada banyak pasang mata yang tak ingin kau buat kecewa. Di muka ruangan itu aku duduk dan berharap semua sesuai rencana. Hingga waktu berjam-jam telah berlalu, akhirnya perjuangan ini usai tapi belum berlalu. Kataku. 

Setelah hari itu aku menerapkan kata-kata singkat dalam hidupku, sudahlah pergi, kerjakan, dan lupakan. Begitu kataku untuk diriku sendiri. Hal itu adalah caraku mengobati rasa cemas dan waswas setelah utbk selesai. Sebab, pengumuman nanti adalah penentu masa depanku maka hal itu lebih penting dari bodohnya aku meratapi cinta yang datang dulu.

Aku pulang dari Surabaya, dengan perasaan yang amat sangat bahagia mungkin singgah sebentar di kota adalah hal yang membuatku lupa  bahwa dulu aku pernah bodoh karena lupa. Ada sepasang manusia yang patut dibahagiakan yakni ayah dan ibu, aku tidak patut untuk egois memelihara rasa sakit itu terus menerus. Jika bukan aku yang mulai merubah hidupku menjadi lebih baik maka siapa yang akan mengusahakan gemilangnya masa tua orang tua ku nanti.

Semua telah berlalu, masa kalut dalam hidupku sudah menjadi kenangan yang tak akan pernah aku lupakan selalu di dalam hidupku, sebab karena itu aku berjuang lebih keras untuk membuktikan bahwa hidup terlalu picik jika hanya mengandalkan cinta yang menggebu hingga membuat diri ini sangat bodoh, tertatih dan terbelenggu. 

Pagi itu Agustus 2020, pengumuman SBMPTN tinggal hitungan jam, ku beranikan diriku untuk tetap tenang dan menganggap bahwa semua akan baik-baik saja. Hasilnya pasti sesuai keinginanku. Kataku. Namun, untuk berpikir demikian butuh keberanian besar. Bagaimana jika hasilnya di luar ekspetasiku? 

“Selamat anda lulus seleksi SBMPTN 2020” kata itu kemudian menyambukku dan berhasil menghadirkan rasa haru setelah perjalanan dan pengorbanan yang aku lewati. Sebab kali ini perjalanan dan pengorbanan itu bukan untuk ke picikkan hidup. Itu adalah perjuangan sesungguhnya menapaki gemerlapnya hidup yang kian hari kian keras saja.

Sejak saat itu aku berpikir bahwa lebih baik tak berlebihan dalam hal apa pun apalagi perihal sesuatu yang membuatmu tersungkur yaitu cinta dan sejenisnya. Inilah aku, aku yang pernah dibuat terlena oleh cinta dan permainannya kemudian kembali bangkit dengan keberhasilan yang ku bawa. Memang tidaklah mudah bangkit dari rasa sakit tetapi semua akan lebih susah jika kita hanya membiarkannya berdiam dan terpelihara di dalam diri kita. Hilangkan saja, mulai lah berdamai dengan diri sendiri, mulai lah kembali pada hal-hal yang membuat hidupmu lebih berarti. Tak perlu hiraukan tentang kenangan yang katamu susah dilupakan. Aku bisa Ya waktu itu aku bisa. 

Sekali lagi inilah aku, aku berhasil keluar dari kerasnya cinta dan permainannya. Ku harap kau juga begitu. Jangan menjadi bodoh pada hal-hal yang membuatmu tersungkur dan jatuh. Sudahlah biarkan perasaan itu menguasaimu sesaat setelah itu bangkit dan buktikan pada dunia bahwa semua yang sakit akan sembuh dan semua yang sulit akan diganti mudah. 

Aku dan diriku, ingin menyampaikan sesuatu, jangan mudah terbelah antara jiwamu dan ragamu hanya karena semua perasaan yang menghancurkanmu tetapi mulailah untuk selalu mengusahakan yang kau bisa hingga rasa sakit dan semacamnya hilang dan berganti bahagia. 



Senin, 07 Desember 2020

Gonjang Ganjing Pembelajaran Daring


Permasalahan selama pembelajaran daring merupakan hal yang harus diatasi agar dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang baik meskipun dengan cara daring. Masalah tersebut akan saya paparkan sebagai berikut.
Yang pertama adalah penguasaan teknologi masih rendah, kebanyakan dari kita tidak akan menguasai penuh teknologi sebab sebelum adanya pandemi ini manusia hidup mengandalkan tenaga dan alam tidak terlalu mengenal gadget terlebih orang-orang tua dan anak-anak. 
Tetapi pada masa pandemi ini kita dituntut untuk menguasai teknologi sebab segala aktivitas ditunjang oleh teknologi. Dalam hal ini teknologi berperan sebagai penunjang aktivitas dalam segala sektor baik hubungan dengan sesama manusia yang dahulu adalah interaksi tetapi karena keterbatasan jumlah ,waktu, dan tempat bertemu teknologi menjadi saran paling bergengsi pada era pandemi saat ini. Bahkan pendidikan saat ini juga bertumpu pada adanya teknologi, sebut saja pembelajaran daring. Pelajar dan seluruh pengajar mengandalkan teknologi untuk mendukung tetap berlangsungnya pendidikan pada saat ini. Mereka semua dituntut untuk menguasai, pelajar dituntut untuk memahami materi dan beradaptasi dengan segala metode yang ada saat pembelajaran daring ini, sedangkan pengajar dituntut untuk menumbuhkan rasa kreativitas agar para pelajar tidak bosan dengan metode-metode yang diajarkan melalui sistem daring ini. 
Corona merupakan momok paling menakutkan sepanjang tahun 2020 segala aktivitas ditunjang oleh teknologi, pertemuan dan perkumpulan juga membutuhkan sarana teknologi dikarenakan adanya pembatasan pertemuan antara beberapa orang dalam rangka memutus rantai covid 19.

Kedua, adalah keterbatasan sarana dan prasarana. Berbicara sarana dan prasarana ini berkaitan dengan media elektronik tidak banyak yang memiliki dikarenakan juga tidak banyak yang menguasai dan menganggap penting hal tersebut tetapi saat pandemi ini segala aktivitas ditunjang oleh media.

Ketiga, adalah jaringan internet. Jaringan internet menjadi hal yang sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran daring ini, dikarenakan tanpa adanya jaringan internet hal tersebut akan terganggu. Sebut saja jaringan internet sebagai kendaraan bermotor. Saat kita ingin menuju suatu tempat dengan cepat maka kendaraan bermotor itu harus berfungsi dengan tepat sebagai sarana menuju tujuan yang kita inginkan. Jaringan internet juga dapat menjadi masalah dalam proses pembelajaran daring ini dikarenakan keberadaannya yang sangat penting tak jarang juga para pelajar yang tidak memiliki jaringan rela pergi ke tempat-tempat yang memiliki stabilitas jaringan yang baik. Meskipun terkadang tempat tersebut jarang sekali dikunjungi banyak orang misalnya saja hutan atau sawah.

Yang ke empat, adalah biaya. Dahulu anak sekolah hanya membayar uang spp per bulan atau uang gedung tetapi saat ini harus membeli kuota sebulan sekali, itu jika kuota tersebut cukup untuk sebulan tetapi jika hanya cukup untuk beberapa minggu mau tidak mau mereka harus membeli lagi. Memang ada bantuan kuota gratis tetapi ada beberapa pelajar yang tidak mendapatkannya dikarenakan nomornya telah diganti sehingga nomor yang didaftarkan dan yang dipakai saat ini berbeda akibatnya kuota tidak masuk ke nomor saat  ini. Untuk mereka yang demikian harus membeli kuota setiap bulan, dimana harga kuota terus saja melonjak terkadang pihak sekolah juga tidak dapat meningkatkan subsidinya, disinilah peran serta kuat manusia dibutuhkan dalam rangka menunjang keberlangsungan hidup manusia yang tergantung pada media.

Kita pasti bisa melewati semua ini, dengan menjadi manusia yang selalu mengikuti perjalanan zaman tetapi jangan sampai terjerumus pada kerasnya pergaulan. Kita pasti bisa melewati semua ini, kita adalah seseorang yang cukup kuat bertemu meski hanya lewat media, kita adalah seseorang yang cukup kuat bertemu meski harus ada keterbatasan manusia, mematuhi protokol kesehatan dan mencari sesuap nasi setiap hari meski kadang sepi namun apa boleh buat ada atau tidak adanya pandemi ini kehidupan akan tetap berjalan. Bukan berarti hidup berhenti saat adanya pandemi tetapi hidup akan terus berjalan meski ditengah-tengah ketidakpastiaan yang terjadi saat ini. 
Untuk semua kalangan yang berproses di era sekarang tentu merupakan manusia pilihan yang harus serba bisa dan serba kuat dalam menghadapi segala hal. 

Berdasarkan paparan diatas dapat disimpulkan bahwa setiap dari kita adalah manusia hebat yang terpilih dalam rangka menghadapi zaman ke tidak pastiaan ini, kita yang dulu hanya mengandalkan tenaga dan alam saja kali ini memerlukan media.
Penguasaan teknologi yang masih terbilang rendah menjadi tugas penting bagi masyarakat untuk menguasainya dikarenakan saat ini segalanya berpangku pada teknologi.
Sarana dan prasarana juga sangat diperlukan guna mendukung keberlangsungan hidup yang saat ini terjadi hal itu menjadi tugas penting bagi seluruh kalangan agar dapat mengimbangi antara kebutuhan dan adanya sarana prasarana yang memadai. 
Jaringan internet, juga merupakan hal yang paling penting dalam proses berjalannya kehidupan yang berpangku pada teknologi saat ini dikarenakan jaringan merupakan penggerak yang keberadaannya sangat diperlukan karena jika tidak ada jaringan internet apa pun yang menggunakan media tidak akan dapat terlaksana.

Jalani Hidup Wujudkan Mimpi


Nama : Sugiati 
Nim : 200521100107
Tema : Proposal Kehidupan
Dalam Memenuhi Tugas Essay ke Dua Mata Kuliah SSBI.

Tujuan hidup adalah apa yang seseorang rencanakan untuk kehidupannya pada hari ini, esok hari, sebulan ke depan, setahun ke depan, bahkan beberapa tahun mendatang. Tujuan hidup orang akan berbeda satu sama lain. Tujuan hidup saya pasti akan berbeda dengan tujuan hidup yang rekan pembaca miliki. Pengertian tujuan hidup menurut para ahli adalah proses menetapkan identitas diri yang dimiliki seseorang. Dengan kata lain, kita bisa mengatakan bahwa seseorang yang memiliki tujuan hidup adalah mereka yang memiliki identitas diri yang kuat dalam menjalani kehidupan sehari-hari. 
 
Dalam masyarakat modern seperti sekarang ini, individu yang telah mengetahui tujuan hidupnya secara jelas dianggap telah memenuhi kriteria utama dalam menuju kebahagiaan hidup. Nyatanya, tidak semua orang yang sudah mengenal tujuan hidupnya bisa mencapai kebahagiaan yang hakiki secara mudah. Bahkan, tidak sedikit orang yang pada akhirnya menekan hidup mereka hanya karena terlalu ambisius dengan tujuan hidup yang mereka miliki
 
Banyak orang yang berbondong-bondong untuk membaca tujuan hidup  quotes atau buku-buku yang dapat mengarahkan mereka pada tujuan hidup masing-masing yang mungkin selama ini mereka inginkan. Mereka mencoba mencari tahu tentang untuk apa manusia hidup? Apa tujuan hidup manusia? Apa tujuan hidup kita? Mungkin kita bisa mengambil satu contoh. Salah satu contoh tujuan hidup diri sendiri adalah saya ingin menjadi seorang penulis buku-buku best seller.
 
Itu bagus, hiduplah dengan tujuan yang terarah. Meskipun orang-orang yang memiliki tujuan hidup belum tentu akan merasakan kebahagiaan (bahkan, kebanyakan merasa tertekan). Namun, setidaknya tujuan hidup akan membuat hidup kita “semakin terbakar” dengan semangat. Kita perlu ingat bahwa “Tujuan hidup bukanlah suatu alat untuk membuat kita bahagia. Namun, tujuan hidup adalah sesuatu yang bermanfaat, terhormat, berbelas kasih, dan menjadikan suatu perbedaan apakah kita hanya sekedar hidup atau telah menjalani kehidupan dengan sebaik mungkin”. 

Dalam essay saya yang bertema proposal kehidupan ini, saya akan berbagi cerita perihal apa tujuan hidup saya. Sebelumnya akan saya beri tahu bahwa saya membagi tujuan hidup saya menjadi dua yaitu secara umum dan secara khusus. Untuk tujuan hidup secara umum berarti boleh diketahui orang lain bahkan banyak orang sedangkan untuk tujuan yang khusus hanya saya dan yang maha pencipta saja yang tahu sebelum bisa saya wujudkan. 
Lantas, bagaimana saya mencoba mewujudkan tujuan hidup tersebut? Setiap orang pasti mempunyai cara masing-masing untuk menunjukan keberadaannya untuk mewujudkan impiannya. Terkadang dalam proses mewujudkan itu ada celaan orang yang harus kita lawan.

Berbicara tentang tujuan umum hidup saya, yaitu berarti boleh atau dapat diketahui orang lain contohnya yaitu saya ingin menjadi penulis. Saya rasa orang-orang terdekat saya tahu akan hal itu. Mereka memberi dorongan sedangkan saya bertugas untuk mewujudkan. Terkadang ditengah perjalanan mewujudkan hal tersebut ada rasa lelah ingin menyerah tetapi hati berkata tak boleh pasrah. 
Terkadang ada banyak pertanyaan nakal yang saya utarakan kepada diri saya sendiri, seperti contoh “Sudah sampai mana usahamu Gik?” kadang hal itu menjadi cambukkan yang saya tunjukan untuk diri saya sendiri dalam rangka menciptakan semangat pada diri saya sendiri juga. Tujuan hidup umum ini mencoba saya wujudkan berharap sesuai ekspetasi dan tidak mengecewakan orang-orang yang selalu memberi motivasi.

Kenapa saya mengutarakan ingin menjadi penulis dalam tujuan hidup saya yang umum ini, karena bagi saya tujuan itu sudah lama saya usahakan, melibatkan banyak pasang mata manusia dan banyak dukungan yang saya dapatkan. Tergantung bagaimana saya melanjutkan untuk mewujudkan hal tersebut. 

Kemudian yang kedua tujuan hidup saya secara khusus yakni tujuan hidup yang saya yakini hanya saya dan Tuhan saja yang tahu, apa itu? Untuk ini semoga hanya saya dan Tuhan saja yang tahu entah usaha apa yang sudah saya lakukan sekarang semoga selalu menjadi cambukkan untuk diri saya sendiri, membunuh segala pesimisme dalam diri.

Tetapi, disamping umum dan khusus saya mempunyai tujuan hidup yang sedang akan dan terus saya usahakan yaitu membahagiakan kedua orang tua dan menebar manfaat bagi orang lain. Saya bukan anak yang baik tetapi dengan melingkarkan senyum kepada kedua orang tua saya semoga bisa sedikit saja memberi saya gelar dengan sebutan anak yang baik, tetapi sebutan itu tidak saya perlukan dari orang lain, hanya perlu respon baik dari orang-orang yang sedang saya usahakan bahagianya tersebut. 

Yang kedua adalah menebar manfaat bagi orang lain, ada kalimat yang akan selalu saya ingat bahwa sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Karena itu saya menempatkan tujuan hidup menebar manfaat bagi orang lain menjadi tujuan yang harus saya wujudkan, sedang, akan dan bahkan selamanya. 

Untuk saya, kamu, kalian dan mereka selalu akan ada rasa lelah yang menyerang dalam setiap perjalanan namun jangan pernah berhenti berdoa, berharap, dan mengusahakan yakinilah setiap tujuan hidup itu ada masanya akan terwujud satu persatu.

Selasa, 24 November 2020

Daring Membuat Ujianku Semriwing

Pertama kali di awal semester menjadi seorang mahasiswa dihadapkan dengan pembelajaran daring yang hanya mengandalkan media, tanpa tatap muka dan saling sapa. Ada banyak kendala dan kesulitan yang aku rasa, hanya bisa tertawa ha ha mau menyerah tapi takut ditertawakan oleh rasa kalah. 

“Gimana Gik, kamu paham gak dengan materi ini?”
Tanya temanku dengan menyodorkan pertanyaan itu 
“He he, paham sih dikit.”
“Bisa minta tolong jelasin gak Gik?”
Tanyanya sembari melontarkan emoticon senyum meringis pada dinding chat kami 
“Oke lah, aku jelaskan di voice note ya.”
Kataku, langsung menjelaskan jawabanku di voice note 

Ngomong-ngomong temanku itu tidak satu kelas denganku, jadi dia sering komunikasi dengan aku menanyakan ini dan itu cukup seru dan akan aku jawab jika aku juga tahu. Namanya Shifa, Shifa gadis semampai asal dari salah satu kota di Jawa Timur. Sebenarnya dia anak yang rajin, hanya saja dia butuh teman belajar bersama. Kadang aku juga suka merasa bersalah karena sibuk sendiri chat dia gak sempat aku balas, bukan bermaksud tidak membalas hanya terkadang lupa.

“Gimana Faham? 
Tanyaku 
“Faham Gik, aku malah lebih paham kalau dijelasin dengan bahasa begini karena kalau bahasanya terlalu tinggi suka lama fahamnya”
Kata Shifa.

Memang ya seperti ini drama kuliah daring ada saja hal-hal yang tidak kita bisa tapi terpaksa harus kita bisa. Karena masa-masa ini membuat kita sebagai angkatan 2020 harus tahan akan segalanya dengan segala ke tidak pastiaan dari awal perjalanan kita ingin masuk perguruan tinggi negeri saja dibuat rumit tidak karuan. Sekarang sudah jadi mahasiswa tak kalah rumitnya tapi apa boleh buat kami harus tetap berjuang. 

Hari ini adalah h-1 ujian lisan yang akan dilaksanakan menggunakan video call whatsapp. Untuk pertama kalinya kita dibuat bingung sendiri, cemas tidak karuan karena memang banyak sekali materi yang harus kita pelajari dan fahami. Belum lagi kalau ada kelas sering terjadi masalah keterlambatan menangkap materi karena signal atau hal-hal lain yang mengganggu. 

Aku dan beberapa teman yang juga satu kelas denganku membuat strategi belajar yakni dengan menggunakan google classroom yang kelasnya kita buat sendiri, jadi disana kita saling share materi agar kita saling memahami terlepas dari dibaca semua atau tidak oleh diantara kami semua itu sudah menjadi kepentingan masing-masing bukan lagi bersama.

Aku bersyukur memiliki teman-teman yang cukup ide untuk menentukan metode belajar kita dalam mempersiapkan ujian lisan besok. 
Tibalah hari ini, tepat pukul 08.00 wib aku mempersiapkan diri untuk me review kembali materi yang sudah aku pelajari sedari kemarin, agar ketika nanti ditanyakan aku bisa menjawab dengan lancar. Pada saat itu sudah masuk giliranku setelah teman-temanku yang sudah di bubuhi pertanyaan yang sedemikian menakutkannya membuatku semakin deg-degan saja rasanya. 

Di depan layar hand phone berdinding video call whatsapp aku meyakinkan diri untuk menjawab dengan tegas setiap pertanyaan yang dilontarkan oleh dosenku. 
Setelah di suguhi beberapa pertanyaan akhirnya aku bisa menghembuskan nafas lega karena sudah mampu menjawab semua dengan tegas dan penuh yakin. Setelah ujian selesai aku dan beberapa teman yang juga satu kelas denganku saling tukar cerita melalui video call kita saling melempar pertanyaan “Bagaimana bisa?”. 

Ada beberapa dari kita yang menjawab ada yang tidak dijawab karena lupa dan masih banyak lagi alasan-alasan yang lainnya. 
Sampai pada akhirnya nilai ujian itu keluar, ada yang tersenyum bangga ada yang tidak terima, ada juga yang bodo amat yang penting sudah berusaha. Seperti itu kira-kira drama kuliah daring kita, membekas dan mengukir cerita yang tidak akan bisa kita lupa. Kita pasti akan selalu ingat bagaimana kita berusaha mencari jaringan yang stabil agar tidak tertinggal materi dan masih banyak lagi cerita kita dalam kelas virtual ini. 

Semoga masa ini cepat selesai dan kita dapat bertemu secara nyata, saling menguatkan bersama-sama sembari tersenyum mengingat masa kita.

Begitulah kira-kira, cerita ujianku kawan. Ngomong-ngomong cerita pendek ini adalah permintaan dari salah satu temanku yang pada saat itu ia juga ingin mencurahkan kegundahannya selama pembelajaran daring ini. 

Happy reading.
Salam Hangat, Sugik.

Jumat, 16 Oktober 2020

Kamu Mampu Ketika Kamu Berani Memulai

Nama : Sugiati 
Nim : 200521100107
Tema : Mahasiswa Angkatan Emas 
Dalam Memenuhi Tugas Essay Pertama Mata Kuliah SSBI. 

Pengalaman ialah hasil persentuhan alam dengan panca indra manusia. Berasal dari kata peng-alam-an. Pengalaman memungkinkan seseorang menjadi tahu dan  hasil tahu ini kemudian disebut pengetahuan.
Dalam dunia kerja istilah pengalaman juga digunakan untuk merujuk pada pengetahuan dan ketrampilan tentang sesuatu yang diperoleh lewat keterlibatan atau berkaitan dengannya selama periode tertentu. Secara umum, pengalaman menunjuk kepada mengetahui bagaimana atau pengetahuan prosedural daripada pengetahuan proporsional.
Pengetahuan yang berdasarkan pengalaman juga diketahui sebagai pengetahuan empirikal atau pengetahuan posteriori. Seorang dengan cukup banyak pengalaman di bidang tertentu dipanggil ahli.
Pengalaman juga dapat diartikan sebagai suatu kejadian yang dialami oleh setiap individu dan melibatkan individu itu sendiri. Pengalaman itu bermacam-macam dapat berupa pengalaman sedih, senang, kecewa, atau perasaan bahagia. Setiap orang pasti memiliki pengalaman dalam hidupnya. 

Seperti pada Maret 2020 saya yang saat itu sedang bersemangat untuk melakukan simulasi ujian nasional yang hampir saja dilakukan harus dipatahkan dengan kabar tiba-tiba teman saya mengabari lewat chat katanya hari ini tidak jadi simulasi. Saya sempat bingung waktu itu mengapa tidak jadi simulasi saya sudah siap sekali waktu itu. Setelah saya menanyakan kepada guru dan wali kelas ternyata benar hari itu libur. Hal itu lagi-lagi karena covid 19. Tidak akan dapat dilupakan saat-saat itu korona adalah momok paling menakutkan sepanjang tahun 2020 karena penyakit ini pula banyak orang berguguran semua aktivitas terancam dihentikan, bumi koma, pekerjaan porakporanda, sekolah diliburkan dan bahkan tempat-tempat ibadah rela ditutup karena penyebab dari penyakit tersebut salah satunya adalah adanya tular menular yang disebabkan perkumpulan. Untuk memutus rantai covid 19 pemerintah menghimbau masyarakat untuk tetap dirumah saja.
Begitu pun saya, yang seharusnya pada saat itu wisuda terasa sangat indah menjadi momen paling menyenangkan dimana saya memakai toga didampingi kedua orang tua saya hal itu hanya tinggal angan tanpa terjadian yang nyata. 

Pelaksanaan ujian nasional ditiadakan, agenda wisuda dibatalkan, sekolah terpaksa diberhentikan tiba-tiba tanpa satu aba-aba menjadi satu cerita paling bersejarah dalam hidup saya. Saat itu saya juga sedang menunggu pengumuman snmptn yang pendaftarannyasaya ikuti sebelum korona menyerang. Di tengah hiruk pikuk covid 19 disana pula awal perjuangan saya dimulai, kegagalan demi kegagalan saya lalui dengan segudang sabar dan semangat berjuang lagi menjadi modal paling bergengsi yang saya perlukan waktu itu. Tulisan gagal pada cabikan merah secara virtual itu masih terngiang jelas dalam pandangan saya dimana saya gagal dalam perjuangan saya yang sesungguhnya, saya gagal diawal perjuangan saya. Melihat kedua orang tua yang berusaha tersenyum, melihat kedua orang tua yang berusaha menguatkan tetapi tidak bisa dipungkiri rasa sakit dari kegagalan itu selalu menggerogoti perasaan saya. Setiap yang berhubungan dengan snmptn selalu saya tutup rapat telinga saya agar tidak mendengarnya, sebab rasa itu terasa begitu sakit ketika diungkit kembali lagi-lagi cabikan merah itu selalu menghantui dalam setiap langkah dan kenangan itu bukan hanya sebagai kenangan kegagalan namun telah saya jadikan suatu pelajaran untuk terus berproses tanpa kenal lelah sebab saya sadar ini bukan akhir dari segalanya masih ada kesempatan baru seperti sbmptn. Sbmptn sama-sama merupakan seleksi masuk perguruan tinggi negeri tetapi perbedaannyasbmptn menggunakan tes sedangkan snmptn hanya menggunakan nilai rapor sempat bingung dan diambang pusing waktu itu ditengah pandemi harus pergi keluar kota untuk mengikuti sbmptn 2020 tetapi apa boleh buat bagi saya ini telah masuk dalam daftar perjuangan saya yang sesungguhnya. 

Berbagai rintangan dan tantangan yang harus saya lewati itu mengelilingi perjuangan ini mulai dari pelaksanaan utbksbmptn yang diundur karena adanya covid 19 kemudian skema pelaksanaan sbmptn berganti menjadi dua gelombang kebetulan waktu itu saya mendapat gelombang kedua yaitu pada tanggal 25 Juli 2020 tak berhenti dari situ saja masih banyak tantangan lain lagi, tiba-tiba waktu itu gubernur Jawa Timur mengumumkan bahwa seluruh peserta utbksbmptn harus melakukan rapid tes sungguh saya dan teman yang lain sangat keberatan akan adanya hal itu karena di samping repotnya pelaksanaan rapid tes, biayanya juga mahal tetapi apa boleh buat itu sudah masuk sebagai salah satu persyaratan dan kami harus memenuhinya. H-7 sebelum saya berangkat ke Surabaya kota yang dipilih untuk saya melaksanakan utbk saya melakukan rapid tes dengan perasaan bimbang tidak karuan, bagaimana jika hasil rapid tes nanti reaktif semua fikiran-fikiran negatif itu masuk dalam benak saya tetapi sekali lagi saya yakinkan dalam diri saya bahwa saya bisa melewati rintangan ini demi mengikuti sbmptn 2020. Setelah menunggu beberapa jam akhirnya hasil rapid itu pun keluar dengan gemetar saya membukanya dan ketika saya membaca bahwa hasilnya non reaktif tidak bisa digambarkan lagi suasana hati saya waktu itu benar-benar bersyukur dan bahagia. Sebelum rapid tes saya membeli vitamin, berolahraga lari dan berbagai macam cara saya lakukan agar hasil rapid tes itu non reaktif dan ya, ternyata usaha tidak menghianati hasil. Saya bisa berangkat ke Surabaya untuk melaksanakan utbk pada tanggal 25 Juli nanti. Hari demi hari saya lewati dengan berbagai usaha yang saya lakukan mungkin bisa disebut saya saat itu berusaha sangat keras dimulai dari bangun tidur saya sholatsubuh kemudian saya mencuci baju, mandi setelah matahari terbit saya melaksanakan sholatdhuha memohon kepada Allah agar semua doa-doa saya diijabah setiap pagi saya selalu menyempatkan mengerjakan soal, selain itu siang atau malam hari saya mengikuti Tryoututbk secara online untuk mengasah sejauh mana kemampuan saya dalam mengerjakan soal utbk nanti. 

Terkadang saya merasa bahwa perjuangan ini berat sekali tetapi saya berpikir kembali yang memilih jalan ini adalah saya sendiri, orang tua yang mendoakan dan Tuhan yang meridhoi seketika semangat itu kembali lagi.
Tibalah hari ini hari dimana saya harus berangkat ke Surabaya untuk melaksanakan tes utbk tetapi sebelum itu saya tinggal dirumah sepupu saya yang kebetulan juga di Surabaya. Disana banyak sekali cerita menarik, mengharukan, dan menjadi sebuah cerita saat saya berhasil. Pada hari dimana h-3 pelaksanaan utbk saya diajak oleh kakak saya ke Mojokerto terlebih dahulu berkunjung ke rumah kakak ipar saya. Kami berangkat sore jam 17.00 tiba disana kira-kira 19.00 setelah melakukan perjalanan itu akhirnya saya tiba di kota Mojokerto sesampainya disana saya makan, sholat kemudian istirahat karena besok harus kembali ke Surabaya lagi. Jadi di Mojokerto saya hanya semalam. 

Masih teringat jelas pagi itu aku bersiap-siap untuk merapikan pakaianku untuk kembali ke Surabaya keadaan masih sangat gelap aku dan kakakku melewati jalan-jalan yang masih sepi itu. Tiba-tiba ditengah perjalanan ada satu cobaan yang membuat saya dan kakak bingung ban sepeda yang kami naiki bocor sedangkan di sepanjang jalan tak satu punbengkel tambal ban buka. Kami mendorong sepeda itu beberapa meter hingga matahari terbit dan akhirnya ada bengkel tambal ban yang buka dan bersedia memperbaiki ban sepeda kakakku. 
Setelah semua selesai kami melanjutkan perjalanan dengan sedikit buru-buru karena kakak harus bekerja juga, pada jalan yang berhadapan dengan sebuah gedung besar ada mobil didepan kami menyalakan isyarat belok tetapi isyarat itu dinyalakan tiba-tiba sedangkan kakak sudah sangat kencang mengendarai sepedanya itu dengan saya yang duduk dibelakangnya. Kejadian itu benar-benar tidak bisa saya lupakan bagaimana motor dan mobil bertabrakan secara tiba-tiba dan saya berada diatasnya bersama kakak. Seketika saya terpental jauh dari tempat dimana saya berada saat itu. Rasanya seperti mati rasa tidak sakit hanya dada saya sesak waktu itu karena saya jatuh dalam keadaan tengkurap sedangkan kakak yang saat itu tertimpa sepeda motor cepat-cepat untuk bangun dan berdiri menanyai bagaimana saya, keadaan saya, dan apakah saya baik-baik saja. Untung saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan kami masih baik-baik saja hanya luka ringan biasa saja waktu itu. Kemudian kami melanjutkan perjalanan pulang ke Surabaya ke rumah sepupu kami. 
Dengan tubuh yang dipenuhi bercak darah saya diobati kakak sepupu saya, sedangkan kakak tetap pergi bekerja meskipun kakinya saat itu sakit akibat terbentur aspal. 

Pagi itu 25 Juli 2020 saya sempat takut karena nanti siang akan melakukan tes utbk dengan bermodal yakin saya berangkat diantar oleh gojek yang pada waktu itu diamanati kakak saya karena kakak harus bekerja. Dengan segala persiapan dan keperluan yang dibutuhkan saya berangkat, sesampainya dikampus ada sederet tata cara yang harus saya dan teman-teman peserta lain yang harus dilakukan mulai dari check in berkas-berkas termasuk didalamnya hasil rapid tes, menunggu diruang tunggu, setelah beberapa jam ada aba-aba persiapan memasuki ruangan kami semua diperkenankan memakai faceshield, sarung tangan dan membawa handsanitizer.

Saya berjalan naik satu demi satu tangga yang ada saat itu hingga sampailah saya pada tangga ke tiga. Di depan pintu sudah ada pengawas yang bertugas mengecek perlengkapan kami. Setelah itu saya duduk masih ingat sekali pada saat itu saya duduk pada meja nomor delapan, dengan sangat yakin saya mengerjakan soal-soal itu bermodal niat, doa dan usaha-usaha yang telah saya lakukan. Saya yakin akan lulus utbk. Setelah beberapa jam akhirnya waktu mengerjakan berakhir saya keluar dari ruangan itu dengan dua rasa, pertama lega karena sudah dapat menyelesaikan tes dan kedua takut akan hasil yang saya dapat nanti. 

Tetapi setelah itu saya berusaha melupakan, membiarkan dan berpasrah jika rezeki tidak akan tertukar. Hingga bulan Agustus tepatnya tanggal 14 pengumuman sbmptn itu dilakukan. Saya yang sedari pagi menunggu dengan cara menyibukkan diri agar tidak ke pikiran hal tersebut akhirnya dijumpakan juga dengan pukul 15.00 wibdimana pengumuman itu dimulai.
Saya ketik perlahan nomor pendaftaran dan tanggal, bulan, serta tahun lahir saya akhirnya hasil itu keluar dengan sangat bangga saya mempersembahkan hasil selamat anda dinyatakan lulus sbmptn 2020 di Universitas Trunojoyo Madura program studi sosiologi untuk kedua orang tua saya. 

Seperti ada rasa tidak percaya dengan berbagai rintangan di masa pandemi, ketidakpastian, dan masa menakutkan ini saya berhasil lulus sbmptn tersebut. Hal ini tidak akan saya lupakan dimana dalam sepanjang sejarah kita semua dihadapkan dengan pandemi ini dan saya dituntut untuk berjuang pertama kali dalam hidup saya yang sesungguhnya ditengah-tengah pandemi ini. 
Maka jangan menyerah untuk segala hal yang susah sebab jika kita hanya pasrah maka kita tidak akan bisa berhasil meraih asa dan cita-cita. 

Main Hakim Sendiri: Analisis Ketimpangan Modal Pierre Bourdieu terhadap Terduga Maling Ayam di Bali

  Oleh: Sugiati, Kolumnis Ternyata kata pepatah jawa "wong mlarat iku loro/orang miskin itu sakit" yang sering saya dengar itu ber...